“Saat kau terjatuh dan terpuruk jangan lah dirimu berputusasa dan
menyerah, ingatlah semua rasa sakit itu sebenarnya hanyalah sebuah
pembelajaran semata.”
“Kenikmatan cinta terasa ketika kau pernah disakiti cinta, seperti
halnya nikmatnya makan ketika rasa lapar telah melanda. semakin lapar
semakin nikmatlah rasanya”
“Cinta akan selalu membawa luka, hanya pribadi-pribadi yang berhati pemaaf-lah yang tak akan hangus dari keganasannya.”
“Tidak usah menangisi kepergiannya. Dia tidak akan melihatku berdiri
tertegun melihatmu, sekalipun hanya sedetik, karena engkau telah pergi
meninggalkanku dan tidak akan kembali kepadaku selamanya.”
“Cinta mungkin tidak akan berlangsung selamanya, tapi ia akan bertahan.
Bertahan begitu lama dan kuat, hingga kita tahu bahwa dia mengkhianati
cinta kita.”
“Kau akan melihat sendiri keceriaan wajahnya jika kau bertemu dengannya
seolah kau memberikan kepadanya sesuatu yang kau sendiri memerlukannya.”
“Beryukurlah akan adanya lara karena dengan dialah kita belajar menjadi sosok yang tegar dan jauh lebih baik.”
“Bukan rasa sakit yang perlu dikwatirkan tapi kemampuan bangkit dari
rasa sakitlah yang perlu difokuskan: seberapa cepat anda bisa bangkit
dari rasa sakit adalah hal terpenting dalam hidup.”
“Masa lalu dapat kita gantungkan sebagai pajangan, tapi tidak perlu
diacuhkan. Kita harus mengurung, melupakan, mengikatnya dengan tali yang
kuat agar tidak dapat keluar berlari melihat cahaya.”
“Hal yang tersedih adalah apabila orang yang mendatangi kita pergi
berjalan menjauh, dan perasaan kita bertambah sedih seiring banyaknya
langkah kaki saat ia meninggalkan kita.”
Sabtu, 20 September 2014
Sabtu, 13 September 2014
PERTAHANAN MILITER
Pertahanan nonmiliter
Pertahanan nonmiliter disebut juga dengan pertahanan nirmiliter
merupakan kekuatan pertahanan negara yang dibangun dalam kerangka pembangunan
nasional untuk mencapai kesejahteraan nasional dan dipersiapkan untuk
menghadapi ancaman nirmiliter. Lapis pertahanan nirmiliter tersusun dalam fungsi
keamanan untuk keselamatan umum yang mencakup penanganan bencana alam dan
operasi kemanusiaan lainnya, sosial budaya, ekonomi, psikologi pertahanan, yang
pada intinya berkaitan dengan pemikiran kesadaran bela negara, dan pengembangan
teknologi.Inti pertahanan nirmiliter adalah pertahanan secara nonfisik yang tidak menggunakan senjata seperti yang dilakukan oleh Lapis pertahanan militer, tetapi pemberdayaan faktor-faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan teknologi melalui profesi, pengetahuan dan keahlian, serta kecerdasan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.
Tujuan:
Pertahanan non militer merupakan kekuatan yang dalam kerangka penangkalan dibangun dan dikembangkan untuk mencapai standar ketahanan nasional di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, psikologi, dan teknologi.Ancaman non militer memiliki dimensi penanganan yang berbeda dengan pendekatan penanganan ancaman militer.
Dalam menghadapi kondisi negara menghadapi ancaman aktual berupa ancaman nirmiliter, sistem pertahanan negara disusun dalam lapis pertahanan nirmiliter sebagai unsur utama untuk mengambil langkah-langkah penanganan dengan pendekatan nirmiliter dengan memberdayakan instrumen ideologi, politik, ekonomi, psikologi, sosial budaya, informasi dan teknologi, serta hukum dan HAM. Inti pertahanan nirmiliter adalah pertahanan secara nonfisik yang tidak menggunakan senjata seperti yang dilakukan oleh Lapis pertahanan militer, tetapi pemberdayaan faktor-faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan teknologi melalui profesi, pengetahuan dan keahlian, serta kecerdasan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.
Pertahanan non militer diwujudkan dalam peran dan lingkup fungsi kementerian/lembaga pemerintah nondepartemen (LPND) di luar bidang pertahanan melalui penyelenggaraan pembangunan nasional sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dalam kerangka pertahanan berlapis, lapis pertahanan militer menyokong lapis pertahanan nirmiliter, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan isu atau ancaman militer guna mencapai hasil yang maksimal.
Strategi
Pertama, Sistem pertahanan keamanan merata yaitu mengajak seluruh warga sebagai bagian integral pertahanan negara. Sumber daya nasional yang utama dan terpenting adalah manusia.Kedua, Upaya memperluas pilihan kebijakan pemerintah dapat dilakukan jika para pembuat kebijakan dapat melakukan kerja sama dengan pihak luar, terutama dengan universitas atau kalangan akademisi. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bagian perang nirmiliter yang dilakukan negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam sehingga para pemimpinnya memutuskan, negara dan rakyatnya hanya bisa bertahan hidup jika unggul dalam perang sains, teknologi, dan pengetahuan. Jepang, Singapura, Taiwan, Korea, Swiss, Finlandia adalah contoh pertahanan nirmiliter yang menghasilkan penerimaan barang dan jasa yang diperlukan guna bertahan hidup dalam sistem politik dan ekonomi internasional yang serba ketat.
Pengalaman Amerika Serikat dalam masa Perang Dunia II dapat dijadikan rujukan guna menciptakan kerja sama itu. Melalui pembentukan lembaga khusus, yang disebut Office of Scientific Research and Development (OSRD) tahun 1941, kekuatan militer AS dan sekutunya, disebutkan Maxine Singer (2001), telah memberi kontribusi yang signifikan bagi kemenangan pihak sekutu dalam Perang Dunia II melalui berbagai penelitian dan temuannya, seperti radar, bom atom, dan obat-obatan.
Langganan:
Komentar (Atom)
